JANGAN TAKUT UNTUK MENGAMBIL SATU LANGKAH BESAR BILA MEMANG ITU DIPERLUKAN. ANDA TAK AKAN BISA MELOMPATI JURANG DENGAN DUA LOMPATAN KECIL

Jumat, 31 Juli 2015

YERI TASWIN;PERAN PROTOKOL DALAM PENCITRAAN KEMENAG



Muara Enim. Inmas,
Kasubbag Umum Kementerian Agama Prov.Sum-Sel melaksanakan Sosialisasi Keprotokolan Angkatan II. Diikuti 50 peserta utusan  Kemenag Kabupaten Se-Sumsel dan satker dari MI,MTs dan MA. Acara dilaksanakan selama 3 hari 29 s.d. 31/7. Bertempat di Asrama Haji Palembang. Kamis (30/7).
Peserta tampak semangat dan antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha. Drs.H.Yeri Taswin, M.Pd.I. Menjelaskan bahwa “Keprotokolan adalah  Kegiatan yang berkaitan dengan aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi. Meliputi tata tempat, tata upacara, tata penghormatan sebagai bentuk penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan kedudukan dalam negara, pemerintah dan masyarakat.
Ditambahkan bahwa “Protokol  memiliki peranan yang sangat  penting sebagai  kemitraan baik dilembaga, institusi, organisasi, kenegaraan. Karena keprotokolan mengatur  secara keseluruan yang dibutuhkan sebuah kelembagaan.  
Bila kita sudah menguasai ilmu keprotokolan kita akan tahu susunan acaranya yang benar, susunan tempat duduk. Penerimaan tamu. siapa saja tamu yang hadir bagaimana urutannya, Bagaimana menempatkan tamu tersebut. Mampu membuat perencanaan tehnis pelaksanaan sesuai dengan yang diharapkan.  Sukses tidaknya sebuah acara atau kegiatan tergantung dari keprotokolan” jelas Yeri.
“Saya berharap dengan ilmu keprotokolan yang sudah didapat nanti.  Tercipta protokol yang handal dan profesional di daerah khususnya di Kemenag Kabupaten/kota  dan satker di lingkungan Kementerian Agama khususnya, Sehingga kita sama-sama mampu membawa visi dan misi Kementerian agama kedepannya “harapnya. (Misly).

YERI TASWIN;PERAN PROTOKOL DALAM PENCITRAAN KEMENAG



Muara Enim. Inmas,
Kasubbag Umum Kementerian Agama Prov.Sum-Sel melaksanakan Sosialisasi Keprotokolan Angkatan II. Diikuti 50 peserta utusan  Kemenag Kabupaten Se-Sumsel dan satker dari MI,MTs dan MA. Acara dilaksanakan selama 3 hari 29 s.d. 31/7. Bertempat di Asrama Haji Palembang. Kamis (30/7).
Peserta tampak semangat dan antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha. Drs.H.Yeri Taswin, M.Pd.I. Menjelaskan bahwa “Keprotokolan adalah  Kegiatan yang berkaitan dengan aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi. Meliputi tata tempat, tata upacara, tata penghormatan sebagai bentuk penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan kedudukan dalam negara, pemerintah dan masyarakat.
Ditambahkan bahwa “Protokol  memiliki peranan yang sangat  penting sebagai  kemitraan baik dilembaga, institusi, organisasi, kenegaraan. Karena keprotokolan mengatur  secara keseluruan yang dibutuhkan sebuah kelembagaan.  
Bila kita sudah menguasai ilmu keprotokolan kita akan tahu susunan acaranya yang benar, susunan tempat duduk. Penerimaan tamu. siapa saja tamu yang hadir bagaimana urutannya, Bagaimana menempatkan tamu tersebut. Mampu membuat perencanaan tehnis pelaksanaan sesuai dengan yang diharapkan.  Sukses tidaknya sebuah acara atau kegiatan tergantung dari keprotokolan” jelas Yeri.
“Saya berharap dengan ilmu keprotokolan yang sudah didapat nanti.  Tercipta protokol yang handal dan profesional di daerah khususnya di Kemenag Kabupaten/kota  dan satker di lingkungan Kementerian Agama khususnya, Sehingga kita sama-sama mampu membawa visi dan misi Kementerian agama kedepannya “harapnya. (Misly).

KEPROTOKOLAN MENENTUKAN KESUKSESAN



Muara Enim. Inmas,
Sebanyak 15 utusan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan satker MI.MTs,MA berjumlah 50 orang peserta.  Kegiatan dilaksanakan Selama 3 hari 29 s.d. 31/7. Mereka  Mengikuti Kegiatan Sosialisasi Keprotokolan yang diselenggarakan Kasubag Umum Kanwil Kementerian Agama Prov Sum-Sel. Bertempat di Asrma Haji Palembang. Kamis  (30/7).
Memasuki hari kedua,  peserta tambah semangat dan  antusias mengikuti kegiatan Sosialisasi Keprotokolan ini. Terlebih materi disampaikan oleh Kasubbag Hubungan Keprotokolan Biro Humas dan Protokol Setda Prov Sum-Sel Sunarto,SH,M.Si. . Materi yang disampaikan dengan metode bervariasi dan komunikatiff.

Selasa, 28 Juli 2015

MTS NEGERI MUARA ENIM GELAR RAKOOR TAHUNAN


Muara Enim, Inmas.
Sebanyak 38 orang guru staff dan karyawan MTs Negeri Muara Enim mengadakan rapat koordinasi Tahunan Guru dan pegawai dengan agenda acara Evaluasi dan sharing dangan program-program Tahun Pelajaran 2015-2016. Rapat dimulai pukul 12.00 WIB s.d. 13.30 WIB. Bertempat diruang guru MTs Negeri Muara Enim, Selasa (28/7).
Rapat dipimpin langsung oleh kepala MTs Negeri Muara Enim Mengatakan “Saya mengucapkan trimakasih atas pengabdian guru-guru yang sudah bekerjasama dengan baik selama ini. Tahun pelajaran 2014-2016. Guru mengajar efektik minimal diwajibkan 24 maksimal 40 jam. Kondisi guru masih sesuai dengan standar yang ditentukan. Namun bila guru diberikan tugas tambahan sebagai wali kelas maupun pembina di MTs Negeri Muara Enim terimalah sebagai amanah dan rasa loyalitas”, tegas Ahmad.
Ditambahkan bahwa Absen hari kerja MTs Negeri Muara Enim dengan menggunakan Finger print tetap berjalan seperti biasa masuk sekolah jam 07.00 s.d. 14.00 WIB. “Jadwal selama ini hari Senin Rabu, Sabtu masuk pukul 06.45 WIB. Mulai Tahun 2015 hari Senin s.d. Sabtu masuk pukul 07.00 WIB”, jelasnya.
Disimpulkan oleh Ahmad. Mulai Tahun pelajaran 2015-2016 kurikulum 2013 yang akan diterapkan di MTs Negeri Muara Enim melalui proses/bertahap. “Perlu dipersiapkan dengan matang. K13 tidak membutuhkan perintah guru namun mengutamakan contoh/tauladan,”ungkapnya.
Dijelaskannya “Kalau KTSP tidak lagi mencantumkan Tujuan Intruksional tetapi mencantumkan indikator. Ada perubahan sedikit K13 urutannya adalah Penilaian terlebih dahulu baru sumber. Kalau KTSP dulu sumber belaja didulukan  baru kemudian format penilaian. Tidak perlu membuat silabus tapi perlu KI dan KD bisa dicatat  saja,“urai Ahmad.
“Wali kelas tidak perlu report-report menulis raport secara manual dan mendeskipsikan melalui tulisan. Karena K13 memiliki aplikasi sendiri sehingga mempermudah pengisian raport siswa. Kepada guru silahkan diwajibkan untuk hijrah dari KTSP dan dan melaksanakan K13 mulai semester ini”, tegasnya.
Sebelum ditutup acara rapat diadakan tanya jawab yang berlangsung secara komunikatif dari guru maupun TU. Permasalahan yang didiskusikan tentang Pembahasan untuk memajukan MTs Negeri Muara Enim kedepannya. (Misly).