JANGAN TAKUT UNTUK MENGAMBIL SATU LANGKAH BESAR BILA MEMANG ITU DIPERLUKAN. ANDA TAK AKAN BISA MELOMPATI JURANG DENGAN DUA LOMPATAN KECIL

Senin, 22 September 2014

PERGAULAN REMAJA & SOLUSINYA
 
OLEH : MISLIYANI, S.Ag.,M.Pd.I
GURU MTs Negeri Muara Enim
 

Seiring kemajuan dunia yang begitu pesat perkembangan ilmu dan teknologi yang canggih membawa arus informasi, komunikasi sehingga membuka peluang manusia untuk berinteraksi. Hal ini membuka peluang yang positif sekaligus juga negatif terhadap pribadi-pribadi secara individual.Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan pertama dan utama didalam keluarga adalah pendidikan informal (keluarga), disamping pendidikan formal maupun non formal. Dalam hal ini peran orang tua sangat mempengaruhi, karena orang tua azas utama didalam mendidik anaknya. Menanamkan nilai-nilai agama menyatu dalam kepribadian remaja.
Masalah yang pokok dewasa ini semakin buruk nilai-nilai agamanya dimata generasi muda. Remaja dihadapkan pada kontradiksi dan aneka ragam pengalaman moral yang menyebabkan remaja merasa bingung untuk memilih mana yang baik untuk mereka. Pengaruh keluarga, lingkungan, sosial budaya, ekonomi, arus informasi dan teknologi mendominasi diri remaja. Hal ini akan menjerumuskan remaja apabila remaja tersebut tidak memiliki pondasi agama yang kuat terapi sebaliknya bila pondasi agamanya baik remaja akan mampu mengatasi masalah-masalah yang dihadapi. Untuk menghin hal itu maka, peran agama, orang tua, kegiatan-kegiatan positif sekaligus wadah untuk mengarahkan remaja, sehingga remaja mampu menjadi generasi harapan bangsa.
Hadist Tentang Remaja

سبعة يظلهم الله تعالى في ظله يوم لا ظل الا ظله امام عادل وشا ب نشا فى طاعة الله ورجل قبه معلق بالمسا جدور جلان تحابا فى الله احتمعاعليه وتفر قا عليه ورجل دعته امر اة زاتمنصبو جمال اني اخما ورجل تصد ق بصد قة فا خفاها حتى لا تعلم شما له ما تنفق ينفقو يمينه ورجل زكر الله خا ليا فخ ضت عيناه
Ada 7 kelompok yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya yaitu pemimpin yang adil, remaja yang senantiasa beribadah kepada Allah, dua orang yang saling mencintai karena Allah dimana ia berkumpul dan berpisah hanya kerena Allah, seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang perempuan kaya, cantil dan berpangkat ia mengatakan : sungguh aku takut kepada Allah, seorang laki-laki yang bersedekah kemudian merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kananya dan seorang laki-laki yang berzikir kepada Allah ditempat yang sepi kemudian kedua mantaza basah dengan air mata”. (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim).


المرءعلى دين خليله فلينظراحدكم من يخا لل

Orang itu terhitung pada agama temannya, maka hendaknya kamu sekalian melihat siapa yang dipergaulinya. (H.R. Turmudzi). (Akrom Ridho, 2000 : 1100)

  1. Pengertian Remaja
Masa remaja adalah masa yang memiliki arti dan gejala-gejala tersendiri yang berbeda dengan masa-masa lain dalam hidupnya. Masa ini adalah masa yang menghubungkan masa kanak-kanak dengan masa dewasa dan banyak menimbulkan gejolak jiwa, sebagi dampak dari perubahan-perubahan fisik, sosial dan emosional yang besar. Perubahan-perubahan tersebut membuat masa remaja menjadi masa remaja yang kompleks. Pengertian remaja adalah masa peralihan yang ditempuh oleh seseorang dari masa kanak-kanak menujudewasa yang dimulai pada usia 13-21 tahun. (Zakiah Darajat, 1970 : 69 – 72). Sedangkan pendapat lain mengatakan “Masa remaja adalah masa penghubung atau masa peralihan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa yakni antara 13 – 19 tahun...(Kartini Kartono, 1990 : 148)Mengenai batas usia remaja sampai saat ini kesepakatan para ahli belum ada. Hal ini disebabkan karena keadaan atau dengan kata lain tergantung pada keadaan masyarakat dimana remaja itu hidup dan tergantung pula dari mana remaja itu ditinjau. (Zakiah Daradjat, 1982 : 9)
Dari segi pandangan masyarakat ,misalnya, semakin maju suatu masyarakat semakin panjang usia remaja. Dari segi hukum yang dilatan remaja ahli dari usia 12 – 18 tahun. Begitu juga dari segi agama memperpanjang batas usia remaja (karena kemantapan beragama). Dicapai pada umur 24 tahun. (ibid)Dari uraian batas usia remaja yang beragam pendapat diatas maka penulis mengambil batasan remaja dari usia 13 – 21 yang hampir disepakati oleh para ahli.

  1. Ciri-ciri Remaja

Masa remaja adalah masa paling komplek, yang ditandai dengan ciri-ciri pubertas adanya kematangan seksual, pertumbuhan jasmani yang telah matang hal ini diungkapkan para ahli berpendapat.Pubertas merupakan priode terjadinya perubahan yang sangat cepat, perubahan dari bentuk tubuh kanak-kanak pada umumnya, kearah bentuk tubuh orang dewasa. Terjadilah perubahan sikap yang menonjol, terutama terhadap teman sebaya, lawan jenis terhadap permainan dan anggota keluarga.(Op.cit : 28)Pendapat lain mengatakan bahwa ciri yang dialami oleh remaja : Remaja mengalami masa transisi ini terjadi dari beberapa priode yang terkenal dengan priode seperti priode para-pubetet, post pubetet (adolensi), sifat-sifat permulaan dalam priode diatas munculnya keinginan yang menunjukkan sikap berani ingin diperhatikan orang. Hal ini menyembunyikan kegelisahan yang belum dikenal. (Winarno Sukrakhman, 1980 : 54 – 55) Ciri-ciri remaja ini juga diungkapkan secara rinci bahwa : Ciri-ciri utama dalam priode pubertas lebih menonjol dalam perbuatan suka menetang orang tua, prilaku yang tidak sopan, kurang hati-hati, mals bekerja, seka membicarakan orang lain dan sangat sensitif (Sudarsono, 1980 : 301)Dari beberapa pendapat para ahli di ayas, maka dapatlah kesimpulan bahwa remaja adalah umur yang penuh dengan gejolak jiwa dan komplik batin, yang disebabkan oleh adanya pertumbuhan anatomi serta perkembangan psikhis yang cepat, sehingga mendorong anak mulai memiliki keinginan untuk yang membaca apa yang disekitasnya. Sementara kemampuan riil yang dimiliki mereka belumlah dapat mengimbangi keinginan yang ada. Pada saat-saat tertentu kita dapat melihat ciri remaja yang menonjol, seperti emosi yang tinggi, walaupun hanya disebabkan oleh keinginan yang tidak terpenuhi. Selain itu tidak jarang kita lihat adanya sekelompok remaja yang tergabung dalam organisasi sosial yang ikut membantu bencana alam seperti Palang Merah (PMI), pramuka, olahraga, karang taruna, IRMAS, dan sebagainya. Hal semacam ini juga merupakan ciri perkembangan psihkis remaja. Secara lebih konkritZakiah Daradjat mengemukakan bahwa ciri masa remaja meliputi : pertumbuhan jasmani yang cepat, pertumbuhan jasmani yang cepat, pertumbuhan emosi, pertumbuhan mental, pertumbuhan pribadi, pertumbuhan sosial dan lain-lain. (Zakiah Daradjat, op.cit : 12)
  1. Pergaulan Remaja
Islam tidak melarang manusia untuk bergaul dan saling mengenal bahwa fitrah bagi manusia sebagi makhluk sosial, Firman Allah (Q.S. Al-Hujurat : 13), yang berbunyi :
يا يهاالناس اناخلقنكم من زكروانثى وجعلنكم شعوبا لتعارفواوقبائلج ان اكرمكم عندالله اتقكمج ان الله عليم خبير
Hai manusia, seseungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disis Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Konsep saling mengenal ini bisa dengan cara ( ta’aruf) tanpa melanggar syar’i.

Pergaulan Remaja Modern antara lain :
  1. Pacaran
Makna pacaran menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI.2002 : 807), Pacaran adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih. Berpacaran adalah bercintaan, berkasih kasihan. Memacairi adalah mengencani, menjadi dia sebagai pacar.
Kata pacaran sendiri berasal dari nama jenis tanaman hias yang cepat layu dan mudah disemaikan kembali. Tanaman ini tidak bernilai ekonomis (murahan) sehingga tidak diperjual belikan. Hal sebagai simbol bahwa pacaran adalah prilaku yang tidak bernilai. Dalam prakteknya bukan Cuma sekedar saling mengenal tetapi lebh jauh pergaulan bebas mengandung sahwat pemuasan nafsu birahi. Pada prakteknya pacaran pembenaran pada prilaku seksual dilarang agama. (Abu Al-Ghifari : 19)
Firman Allah Dlam (Q.S. Al-Israa : 32) yang berbunyi :

ولا تقربواالزنىصلى انه كانفحشة وسا ء سبيلا

Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk.

Sabda Rasulullah :
Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersembunyi sepi berduan dengan wanita yang tidak didampingi mukrimnya, sebab bila demikian setanlah yang menjadi pihak ketiganya”. (HR. Ahmad)

Setanpun bisa menjelma menjadi sang pacar menjerumuskan dengan tipu dayanya (Q.S. Al-A’raf : 17) yang berbunyi :
ثم لا تينهم منمبين ايديهم ومن خلفهم وعن ايمنهم وعن شمائلهم صلىولا تجد اكثرهم شىكرين
Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka, dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)

Jadi fitnah pergaulan bebas dapat muncul dari hasil pacaran hal ini disebabkan adanya kontak pandangan yang bermuata syahwa, kontak fisik, kemudian lebih jauh lagi zina, imbasnya adalah aborsi.
  1. Kurangnya kasih sayang/ kontrol dari orang tua
Hal ini berimbas kepada pergaulan remaja salah pih teman, narkoba .pergaulan bebas, Menurut survey yang dilakukan Dr.Biran Effandi dan Dr. Dalana masing-masing di Jakarta dan Solo tentang tempat yang digunakan remaja melakukan zina menunjukkan 80% dirumah, sekolah 2,8%, tanam, 4,9%, mobil 0,4% dan dihotel 11,2%. Data menunjukkan sudah kurang pedulinya orang tua terhadap perkembangan moral anaknya. (ibid : 37)
  1. Pengaruh budaya barat
Contohnya perayaan valentin’sday. Hari kasih sayang yang selalu diperingati setiap tanggal 14 pebruari. Acara ini dirayakan dengan pasangan dengan cara jalan-jalan, mesra-mesraan, laki-laki dan wanita berkumpul, lalu saling memilih pasangan lewat kado yang telah dikumpulkan dan diberi tanda sebelumnya, kadang kala mendekati zina bahkan melakukanya. Padahal budaya ini tidak seharusnya diikuti sesuai dengan Firman Allah, (Q.S. Al- Imron 185), (Al-Israa : 36) yang berbunyi :
وماالحيوة الدنياالا متع الغرور

Kehidupan dunia itu tidak lain hanya kesenangan yang memperdayakan

ولاتقف ماليس لك به علمجان السمع والبصروالفؤادكل اولئك كان عنه مسئولا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabanya.
Pada umumnya pada masa remaja banyak sekali problem-problem yang dihadapi remaja dan mereka belum dapat menjelaskan problem tersebut dengan tuntas, karena kita ketahui sendiri masa remaja adalah masa kegoncangan jiwa atau kebimbang. Menurut Margaret Mead : “(masa remaja (puber) merupakan masa pertumbuhan yang wajar, sela pertumbuhan ini berjalan alami, orang tidak mesti menampakkan krisis”. (Hidayatullah, 1994 : 73). Begitu juga menurut ajaran islam, masa pubertas tidak selalu rawan, ia hanya merupakan satu-satu fase yang harus dilihat secara alami oleh setiaporang, ia merupakan pengertian masa anak-anak menuju dewasa, “dimana Allah telah menetapkan pergantian ini dengan batasan baligh. (ibid : 75).
Remaja mempunyai urgensi yang sangat penting dan vital dalam pembangunan dan perkembangan kehidupan manusia yang akan datang. Baik buruknya masa yang akan datang tergantung pada remaja yang sekarang. Pada masa remaja adalah suatu remaja yang serat dengan perkembangan, baik perkembanan jasmani maupun perkembangan rohani, yang mana kedua hal tersebut belum mencapai kematangan. Sementara disisi lain masa remaja adalah masa remaja yang penuh vitalitas, berusaha mengembangkan dirinya dalam menyongsong usia dewasa.

  1. Faktor Penyebab Pergaulan Remaja yang Menyimpang

  1. Kurangnya kasih sayang dan perhatian orang tua.
  2. Kekosongan jiwa
  3. Kemajuan teknologi informasi. (media yang merusak, baik media cetak buku, Majalah, maupun media audio visual).
  4. Bergaul dan berinteraksi dengan kelompok yang menyimpang.
  5. Kesenjangan antara kelompok remaja dan kaum tua
  6. Anggapan yang salah terhadap Islam
  7. Bisnis aurat (Q.S : Al-A’raaf : 26), Q.S. An-Nur : 31), (Q.S Al- Ahzab : 59)
  8. Terjebak mistik dan praktek ibadah kefirun.
Dari penjelasan diatas pengaruh-pengaruh negatif membawa dampak yang besar terhadap dan diperhatikan sehingga tidak melakukan sesuatu yang dapat merusak kehidupan dimasa depannya.

  1. Peranan Agama dalam Kehidupan Remaja

Agama sebagai unsur asensial dalam kepribadian manusia dapat memberikan peranan yang positif dalam pembangunan individu dan masyarakat selama kebenaranya masih diyakini secara mutlak. (Jalaluddin, 1987 : 97)
Dapat disaksikan betapa besar perbedaan antara orang beriman yang hidup menjalankan agamanya, dengan orang yang tidak beragama untuk mereka yang acuh tak acuh kepada agamanya, diantara peranan agama dalam kehidupan manusia adalah “memberikan bimbingan hidup menolong dalam menghadapi kesukaran serta menentramkan batin”. (Zakiah Dardjat, 1990 : 56). Jadi agama mempunyai daya preventif terhadap gangguankejiwaan. Dalam firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ar-Rum ayat 30 berbunyi :
فا قم وجهك للدينحنيفاجفطرت الله التى فطرالناس عليهاجلاتبديل لخلق اللهحزالك الدين القيم ولكن اكثرالناس لا يعلمون
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu, tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (1168) fitrah Allah, maksudnya ciptaan Allah, manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. Kalau ada manusia tidak beragama teuhid, maka hal itu tidaklah wajar. Mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lungkungan.

Dari makna ayat diatas disimpulkan bahwa Allah memberikan keyakinan (agama) pada lubuk hati manusia. Hal ini diungkapkan oleh Murtadha Mutahari : Pada hakikatnya agama memiliki dua keistimewaan tersebut ia sendiri merupakan fitrah dan emosional manusia dan ia juga merupakan satu-satunya sarana untuk memenuhinya kebutuhan –kebutuhan fitrah manusia yang tak satupun dapat menggantikan kedudukannya, (Murtadha Mutahari, 1990 : 44)
Dari uraian diatas maka dapat diambil suatu pengertian bahwa agama merupakan pengendalian utama bagi manusia tujuan hidup tidak berarti apabila manusia dimuka bumi ini tidak beragama. Karena tanpa agama hidup terasa hampa. Sedangkan agama mampu mengisi arti hidup dan kehidupan manusia. Agama berfungsi sebagai alat kontrol dan benteng pertahanan yang kuat dalam mengarungi kehidupan terlebih pada masa kegoncangan dan kebimbangan yang sedang malenda remaja. Untuk itulah unsur-unsur pengalaman, pendidikan dan keyakinan yanng didapat sejak kecil akan mempengaruhi sikap keagamaan remaja dan seterusnya.
  1. Solusi Terbaik Untuk Remaja
  1. Didik anak (remaja) sedini mungkin tentang Islam, sesuai ajaran Islam
كل مولوديولدعلى الفطره فابواه يهودانه اوينصرانه اويمجسانه

Setiap anak yang dilahirkan dalam keadaan suci, sesungguhnya kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan ia Yahusi, atau menjadi ia Nasrani, atau menjadikan Majusi”. (Al Imam Jalaluddin Abdurrahman Bin Abi Bakri, 1981 : 286)

  1. Kontrol dan batasi pergaulan remaja
  2. Masukkan kesekolah-sekolah Islam MIN, MTs, MAN (Pondok Pesantren)
  3. Selektif terhadap budaya barat. Salah satu contoh trans yang tidak perlu diikuti adalah (acara valenti’s day), pesta pora, Amerika Serikat bercinta, pengkaderan Bintang Mordn, (akademik fantasi), free sex, trend narkoba.
  4. Tidak berpacaran
  5. Menikah
  6. Menjadi tauladan dalam rumah tangga
  7. Mengisi hari-hari dengan aktifitas yang fositif dan bermanfaat. (M. Ilham Maqzuq, 2005 : 84 – 95)
Jelaslah bahwa pembinaan agama harus mencakup segala aspek kehidupan, sehingga diharapkan nantinya isi jiwa keagamaan itu termanifestasi dan dalam bentuk dimensi amal saleh, akhlakul karimah dan cara hidup yang Islami. Untuk mencapai tujuan tersebut kerjasama yang baik dari semua fihak terutama orang tua pendidikan informal dan non formal sangat besar pengaruhnya.
Kesimpulan
Masa remaja adalah masa yang penuh dengan gejolak jiwa dimana pada masa ini remaja mengalami masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa remaja atau dewasa. Pendidikan pertama dan utama yang sangat mempengaruhi remaja adalah pendidikan dalam keluarga, dimana nilai-nilai agama sudah tertanam sehingga ketika mereka memasuki masa remaja mereka mampu beradaptasi dan sekaligus mampu membentengi diri dengan nilai-nilai agama yang sudah tertanam sejak dini.
Namun pada kenyataannya tidak sedikit remaja pada masa pubertas ini tidak mampu membentengi diri dari pengaruh luar yang mendominasi dirinya. Hal ini banyak faktor interen maupun eksteren. Faktor interen antara lain datang dari individu remaja itu sendiri, dimana ketidaksiapan remaja terhadap perubahan fisik maupun fisikis menimbulkan gejolak jiwa yang tak mampu mereka atasi. Sedangkan faktor eksternal diantaranya adalah pengaruh lingkungan, gaya hidup modern, pergaulan bebas, kemajuan ilmu dan teknologi yang disalah gunakan, pengaruh budaya barat, kurang ditanamkannya nilai-nilai agama sejak dini sehingga memacu terjadinya kenakalan remaja.
Untuk mengatasi komplik yang terjadi pada remaja kerjasam yang baik dari semua fihak terutama orang tua pendidikan informal, formal dan non formal sangat besar pengaruhnya.Barokallah, Ingat satu hal jangan rusak masa remaja dengan hal-hal negatif dan merugikan diri sendiri  karena hidup ini begitu singkat isi dengan hal-hal postif  Jadilah anak yang membanggakan dan generasi harapan keluarga, masyarakat bangsa dan negara, Ok.....! Tiada hari tanpa prestasi,  TERUS SEMANGAT....JALANMU MASIH PANJANG   RAIH CITA-CITA MU!!!
DAFTAR PUSTAKA

Al-Ghifari Abu, 2007. Pacaran yang Islami adakah, Bandung : Mujahid
, 2005, Muslimah yang kehilangan diri, Bandung : Mujahid
Daradjat, Zkiah. 1982. Pembinaan Remaja. Jakarta : Bulan Bintang.
Departemen Agama RI. 1978. Al Qur’an dan Terjemah, Yayasan Penterjemah Al Qur’an
, 1990. Peranan Agama Dalam Kesehatan Mental, Jakarta : CV. Haji Mas Agung

Jalaluddin, dan Ramayulis, 1987. Pengantar Ilmu Jiwa Agama. Jakarta : Kalam Mulia
Mutahari, dan Rahmad Jalaludin. 1990. Perspektif Al Qur’an Tentang Manusia Agama. Bandung : Al Mizan.

Mappiere Andi. 1990. Psikologi Remaja Perspeftif Al Qur’an Tentang Manusia dan Agama. Bandung : Al Mizan

Mar’at. 1981. Sikap Manusia Perubahan Serta Pengukuran, Jakarta : Agalia Indonesia
Maqzuq M. Ilham, 2005. Remaja Islam Berbaju Yahudi. Bandung : Mujahid
Poewadarmanto, 1988. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka
Slameto, 1988. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta : Bina Aksara
KOMITE MTS NEGERI MUARA ENIM DUKUNG PROGRAM MADRASAH

Muara Enim – Inmas

Komite Madrasah Tsanawiyah Negeri Muara Enim melaksanakan Rapat komite yang dihadiri wali seluruh perwakilan kelas VII,VIII dan IX yang berjumlah 568 orang. bertepat di ruang kelas MTs Negeri Muara Enim. Rapat ini dilaksanakan sehubungan habis masa kepengurusan pengurus komite tahun pelajaran 2011 s.d. 2014.
 Selasa . (23/09)




Adapun agenda acara membahas tentang laporan pertanggung jawaban komite Tahun pelajaran 2011-2014. Pemilihan kepengurusan komite tahun pelajaran 2014 – 2017. Pembahasan program kerja jangka pendek dan jangka panjang.


Dalam sambutannya Kepala MTs Negeri Muara Enim yang diwakili oleh Waka Humas Sarana Prasarana Misliyani,S .Ag.,M.Pd.I, " Saya 
mengucapkan Terima kasih kepada pengurus komite selama 3 tahun ini sudah membuktikan kinerjanya dengan baik dan telah banyak berbuat secara
optimal untuk kemajuan MTs Negeri      MuaraEnim.      Semoga dimasa mendatang MTs makin dihitung dan 
diperhitungkan keberadaan baik secara kuantitas maupun kualitas, ini semua berkat keberadaan komite dan keluarga besar MTs Negeri Muara Enim" Ungkap Misly.

Dalam laporan pertanggungjawaban ketua komite MTs Negeri Muara Enim Ganef Asmara,NL,SH melaporkan program-program komite dan wali siswa selama 3 tahun yang telah terealisasi antara lain: Renovasi bantuan pembuatan lapangan MTs Negeri Muara Enim. Penghijauan Madrasah (Pembelian bunga hidup untuk keindahan sekolah).

Pembuatan tempat untuk duduk siswa diluar kelas. Renovasi dan pengecetan kolom madrasah, penglepasan/perpisahan siswa kelas IX MTs Negeri Muara Enim. Pelatihan motivasi training mendidik dengan hati untuk guru, siswa dan orang tua/siswa. Program penuntasan baca tulis Al- Qur'an.

Ditambahkannya bahwa “Sisa dana yang masuk sebagai hasil infak sukarela wali siswa tahun pelajaran 2011-2014 memiliki Saldo sebesar Rp. 6.837.000,-.Jelas Ganef. Laporan pertanggung jawaban diserahkan ke forum rapat dan forum menerima dengan terbuka laporan tersebut .

Acara dilanjutkan dengan musyawarah pemilihan ketua komite.Akhir rapat Terpilih kembali Ganef Asmara NL.SH sebagai ketua komite tahun pelajaran 2014-2017 karena beliau masih memiliki anak yang ke dua bersekolah di Mts Negeri tahun tahun ini. Wakil ketua Nazuri,SH, sekretaris, Anshori,SE, Wakil sekretaris Ir.Andi Armansyah, Bendahara Jum'aini, S.Pd, wakil bendahara Alexson,SE. Anggota Riswan, Ahmad Zuhdi, Suharto, S.Pd.I dan Ummu Hanim Rosidah.

Selanjutnya, di akhir pertemuan di ungkapkan bahwa “dana kelebihan saldo komite atas kesepakatan bersama akan dibangunkan WC Sehubungan Madrasah Tsanawiyah Negeri Muara Enim akan mewakili sekolah sehat tingkat propinsi maka perlu dibangun WC agar kebutuhan WC siswa dengan sarana seimbang. kekurangan dana akan dicarikan solusi oleh ketua dan pengurus komite tanpa memungut dengan wali siswa.

Selanjutnya komite dan MTs Negeri memiliki program akhir tahun bagi siswa dan wali siswa yang berminat dan tidak dipaksanakan untuk ikut serta mengikuti program study tour tujuan ke Jogyakarta selama 6 hari dengan sistem menabung dalam rangka mempererat silaturahmi dan refresing dari rutinitas dan aktivitas. Program ini disambut positif dari wali siswa MTs Negeri Muara Enim. (Misly)

Jumat, 19 September 2014

ARTIKEL IBADAH

TAYAMMUM PENGGANTI WUDHU’ DAN MANDI WAJIB

Oleh : MISLIYANI. S.Ag., M.Pd.I
Guru MTs Negeri Muara Enim
Agama Islam begitu indah dan penuh dengan keberkahan dan kemudahan- kemudahan yang diberikan Allah. Allah maha mengetahui dan menginginkan kemudahan untuk tidak menghalangi mahluknya untuk lalai dan tidak taat beribadah, ada kerhoksoan (Kemudahan). Bila manusia berhalangan kena air maka Allah sudah berikan solusi terbaiknya dengan bertayammum.

TAYAMUM

Definisi Tayamum
Tayamum secara bahasa bermakna “ALQOSDU” (Bermaksud) sebagaimana firman Allah Janganlah kalian bermaksud (memilih) yang jelek lalu kalian nafkahkan dari padanya…. (QS: Al-Baqoroh(2):267).
Adapun secara Istilah Tayamum bermakna : Mengusap wajah dan kedua telapak tangan dengan tanah (permukaan bumi) dengan tata cara tertentu (Taudhihul Ahkan:1/409). Atau Tayammum: Bersuci dengan menggunakann debu, sebagai pengganti wudhu’ atau mandi janabat (QS: Al-Maidah:6).
Apakah Tayamum boleh digunakan untuk membersihkan Hadast Besar
Ya Boleh. Tayammum ialah disamping untuk pengganti wudlu untuk menghilangkan hadats kecil juga bisa digunakan untuk pengganti menghilangkan hadats besar sehabis (Haid/janabah) . Apabila seorang tidak menjumpai air atau tidak mampu menggunakannya. Hal ini berdasarkan Hadist Nabi tentang hadast kecil dan hadat besar (junub) kemudian Allah berfirman dalam Al-Qur’an yang berbunyi:
: “FALAM TAJIDUU MAA FATAYAMMAMUU”
Kemudian kalian tidak menjumpai air, maka bertayammumlah….( QS: Al- Maidah ayat: 6)
Dan ini berdasarkan beberapa hadist diatas Rasul memerintahkan bertayammum kepada laki-laki yang junub dan tidak menjumpai air. Laki-laki itu berguling-guling diatas tanah kemudian Nabi mengajarkan tata cara bertayammum yang benar.
Demikian pula wanita haid dan nifas ketika suci dari haid atau nifasnya dia tidak menjumpai air untuk bersuci tetapi tidak mampu menggunakkan air maka diperbolehkan ia bertayammum.
.


Keistimewaan Tayammum:
Tayammum merupakan kekhususan umat Islam, yang mana Allah tidak memberikan kekhususan ini tayamum kepada umat yang lainnya. Sebagaimana Sabda Rasul : “Saya diberi 5 (perkara) yang tidak diberikan kepada seorang Nabi sebelum saya: … dan dijadikan buat saya bumi sebagai masjid (tempat sholat) dan alat uuntuk bersuci) (HR: Al-Bukhhori:335 & Muslim 521). Maka ini merupakan keutamaan tersendiri bagi umat Islam yangmana Allah memberikan kekhususan dan kemudahan yang tidak diberikan kepada selain mereka/umat Muhammad.
Adapun dalil pensyariatan tayammum didalam al-Qur`an, firman Allah ta’ala,
وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ
“Dan jikalau kalian dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan atau seseorang diantara kalian baru saja buang hajat atau menggauli wanita, kemudian kalian tidak mendapatkan air, maka kalian lakukanlah tayammum dengan tanah yang baik. Usaplah wajah kalian dan tangan kalian dari tanah tersebut. Tidaklah Allah menghendaki untuk menjadikan beban bagi kalian, melainkan Allah berkeinginan untuk membersihkan kalian dan menyempurnakan nikmat-Nya bagi kalian, agar kalian bersyukur.” (QS. Al Maidah [5] : 6).
  1. Dalil - dalil yang memperkuat masalah Tayamum ini terdapat dalam Al_qur’an dan Hadist :
  1. FALAM TAJIDUU FATAYAMMAMUU SO’IIDANN TOYYIBAAH”… Artinya : Kemudian kalian tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih)…(QQS; AlMaidah (5) ayat: 6)
  2. WAJUILAT TURBATUHA LANAA TOHUURAAH, IZAA LAM NAJIDIL MAA A.
Dan dijadikan tanahnya buat kami alat bersuci apabila kami tidak menjumpai air” (HR: Muslim:522)
  1. Ulama telah bersepakat memperbolehkan bertayammum bagi orang yang tidak mampu bersuci dengan menggunakan air.
Subhanallah Islam itu begitu indah dan memberikan banyaqk Rukhshoh (Kemudahan) karena sesungguhnya Allah sama sekali tidak ingin memberatkan hamba-Nya. Dan itulah diantara hikmah tayyamum, disaat kita tidak menemukan air untuk bersuci atau karena kedaan yang tidak memungkinkan untuk bersentuhan dengan air.
Tayamum adalah untuk menyucikan diri kita dan agar kita bersyukur dengan syari’at ini. Sehingga semakin nampak kepada kita bahwa Setelah menyebutkan syariat bersuci, Allah mengakhiri ayat tersebut dengan firman-Nya:
 “Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak menyucikan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur,” (QS. Al Maidah: 6).

Bahan Untuk Bertayammum:

Debu tanah yang bersih

  • Tanah dalam berbagai warna seperti warnah merah atau hitam. Sekiranya bercampur pasir mesti mengandungi kandungan debu.
  • Tidak dikategorikan sebagai abu.
  • Suci dan tidak bernajis.
  • Tidak musta’mal.
  • Tidak bercampur tepung atau kapur atau pasir yang tidak berdebu.
Syarat-syarat tayammum
  • Tidak ada air dan sudah berusaha mencarinya, tetapi tidak bertemu
  • berhalangan menggunakan air, seperti sedang sakit, apabila terkena air penyakitnya akan bertambah parah
  • Telah masuk waktu Shalat
  • Dengan tanah atau debu yang suci
Fardu Tayammum
  • Niat dalam hati (untuk bersuci/bertayammum/ shalat) Lafadz niat Tayammum adalah Kemudian meletakan kedua belah telapak tangan diatas debu untuk diusapkan ke muka.
  • Mengusap muka dengan telapak tangan dengan se kali usapan
  • Mengusap dua belah tangan hingga siku-siku dengan tanah atau debu dua kali
Sunah Tayammum
  • Membaca basmalah (Bismillaahirrahmaanirrahiim)
  • Mendahulukan anggota yang kanan dari pada yang kiri
  • Menipiskan debu yang berada ditelapak tangan sebelum di usapkan dengan cara meniup sedikit.
Hal-hal yang membolehkan Tayamum ((OS: Al-Maidah: 6)
(a). Karena sakit
(b). Karena berpergian
(c). Karena tidak mendapatkan air
Tata cara Bertayammum
Untuk mengetahui tata cara bertayamum kita biasa memperhatikan hadis dibawah ini:
Dari Ammar bin Yasir dia berkata” Saya pernah junub dan tidak menjumpai air, kemudian saya berguling-guling diatas tanah kemudian sholat. Lalu saya menceritakan hal ini kepada Rasulullah, lalu beliau bersabda, sesungguhnya cukup bagimu demikian. Beliau menepukkan kedua telapak tangannya ke tanah, lalu meniup keduanya, kemudian mengusapkan keduanya kewajah dan kedua telapak tangannya (HR:Al-Bukhari : 338 & Muslim : 368)


Tata Cara Bertanyammum baik untuk penganti wudhu atau penganti mandi wajib sama pelaksanaannya. Sesuai dengan Hadis Rasul sebagai berikut :
  1. Niat yang ikhlas karena Allah dalam hati (tidak dilafadzkan)
  2. Menepukkan debu yang suci dengan kedua telapak tangan ke permukaan bumi dengan sekali tepukan atau usapan
  3. Meniup kedua telapak tangan. (Hukumnya tidak wajib, sekedar boleh karena tujuannya untuk mengurangi debu yang menempel ditangan
  4. Mengusap muka dengan kedua tapak tangan
  5. Mengusap punggung tangan kanan dengan tangan kiri kemudian panggung tangan kiri dengan tangan kanan. Yang diusap adalah punggung telapak tangan sebagaimana dijelaskan dalam riwayat yang lain. (Shohih Al-Bukhori: 347).
Catatan :
  • Hadis yang dijelaskan bahwa tayammum dilakukan dengan 2 kali menepukkan atau mengusapkan tangan ke tanah, masing-masing untuk wajah dan kedua tangan, diusapkan sampaik siku-siku hadistnya dho’if (lemah), tidak bisa dijadikan hujjah dengan demikian, tayammum yang benar adalah sebagaimana dijelaskan diatas hanya sekali menepuk atau mengusap ketanah digunakan untuk wajah dan kedua telapak tangan dan menggusapkannya tidak sampai siku-siku, cukup telapak tangan/punggung tangan saja. Diperbolehkan bertayammum mengunakan debu yang ada didinding atau tempat lainnya kaca, kursi, karpet yang penting ada debunya dan suci. (Majmu’ Fatawa Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin:11/240)
*Sedangkan untuk bacaan ( lafadz yang sering dibaca / digunakan orang2 pada umumnya pada waktu akan bertayamum namun tidak ada dalil yang mengharuskan untuk membaca lafadz ini karena niat adalah kerja hati jadi tidak perlu dilafadzkan dengan zahar/keras lafadz dibawah ini “Nawaitut-“Tayammuma li istibaahatish-shaalati fardhal ta'aalaah”  
*Tak ada bacaan apapun sebelum dan sesudah tayammum.
Demikianlah bahasan masalah Tayammum semoga ada manfaatnya, amiin, Barokallah, Afwan,(Misly)



DAFTAR PUSTAKA
Al-Quran Cordoba, Cordoba International Indonesia.
Al-Quran dan Terjemahannya. 1994. CV Wicaksana, Semarang.

  Wijanarko, Jarot. 2006. Anak Cerdas Ceria Berakhlak: Multiple Inteligence. Serpong: Happy Holy Kids.
Ringkasan Hadist Shahih  al-Bukhari,  disusun oleh Imam Az-Zabidi, Jakarta.  PT Pustaka Amani
Imam Al-Mundziri, Ringkasan Shahih Muslim disusun olehJakarta PT Pustkaka Amani
Syaikh Hasan Ayyub, Fiqih Ibadah, Jakarta; Pustaka Al-Kautsar
Ansoriori Umar, Fiqih Wanita, Semarang, CV Asy Syifa.
                                                   

Sabtu, 13 September 2014

ARTIKEL WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJAB UNTUK BERDOA


ARTIKEL



WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJAB UNTUK BERDOA
Oleh : Misliyani.S.Ag.,M.Pd.I
Guru MTs Negeri Muara Enim

Bismillahirrohmanirrohiim.  Manusia sebagai mahluk paling mulia yang diciptakan Allah  terkadang bersifat  lemah dan tak berdaya keberadaan dirinya sebagai kholifah pemimpin bagi dirinya sendiri tentunnya sangat memerlukan keberadaan Allah yang menciptakkannya.

 “Ketika manusia dekat dengan  Allah sejengkal maka Allah akan dekat dengan manusia  sehasta, jika manusia dekat dengan Allah sehasta  maka Allah akan dekat dengan manusia sedepah, jika manusia dekat dengan Allah dengan cara berjalan maka Allah akan dekat dengan manusia   dengan cara berlari. Subhanallah ternyata  semakin manusia itu dekat  dengan Allah, maka  Allahpun akan semakin dekat dengan manusia.
Dalam hidup ini Selalu libatkan Allah dalam tiap kesempatan agar kita selamat dunia akherat. Dengan berdoa dan meminta kepada Allah tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya, semakin doa itu diulang-ulang kemungkinan dikabulkan doa tersebut semakin besar.
Firman  Allah

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)
Ayat ini juga memiliki akna  bahwa Allah Maha Pemurah terhadap hamba-Nya, karena hamba-Nya diperintahkan berdoa secara langsung kepada Allah tanpa melalui perantara /wasilah dan dijamin akan dikabulkan. Sungguh Engkau Maha Pemurah dan maha mengabulkan. 
Ada waktu-waktu tertentu yang dijanjikan oleh Allah akan dikabulkan jika kita berdoa pada waktu-waktu tersebut. Di antara waktu-waktu adalah:
Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir
ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya:
وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون  (Hum yastaghfiruuna wabil ashaari)
Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat: 18)
Sepertiga malam yang paling akhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Allah Swt. turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa ketika itu. Rasulullah Saw. Bersabda, “Rabb kita turun ke langit dunia pada
sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman, ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Kukabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni’.” (HR Bukhari.  No.1145, Muslim no. 758)

b. Ketika berbuka puasa
Waktu berbuka puasa pun merupakan waktu yang penuh keberkahan, karena di waktu ini manusia merasakan salah satu kebahagiaan ibadah puasa, yaitu diperbolehkannya makan dan minum setelah seharian menahannya, sebagaimana disebutkan dalam hadis:
“Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR Muslim : 1151). Keberkahan lain di waktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa, sebagaimana sabda Rasulullah Saw.:
“Ada tiga doa yang tidak tertolak, yaitu doa orang yang berpuasa ketika berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi” 
(HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

c. Ketika Lailatul qadar
Lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al-Quran. Malam ini lebih utama dari 1000 bulan. Sebagaimana firman Allah Swt., “Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS Al-Qadr [97]: 3). Pada malam ini, kita dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk
memperbanyak doa. Sebagaimana diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah r.a.: “Aku bertanya kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah,menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar?’ Beliau bersabda, “Berdoalah Allâhumma innaka‘afuwwun, tuhibbul ‘afwâ fa’fu ‘annî (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku’)” (HR. Tirmidzi, 3513, Ibnu Majah, 3119, At Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih”)

Pada hadis ini Aisyah meminta diajarkan ucapan yang sebaiknya diamalkan ketika malam Lailatul Qadar. Namun, ternyata Rasulullah Saw. mengajarkan lafal doa. Ini menunjukkan bahwa pada malam Lailatul Qadar dianjurkan memperbanyak doa, terutama dengan lafal yang diajarkan tersebut.

d. Ketika adzan berkumandang
Selain dianjurkan untuk menjawab adzan dengan lafal yang sama, saat adzan dikumandangkan pun termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah Saw. bersabda, “Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu, ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang ” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)

Di antara adzan dan iqamah
Waktu jeda antara adzan dan iqamah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah Saw., “Doa diantara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)
f. Ketika sedang sujud dalam shalat
Rasulullah Saw. bersabda, “Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabbnya ketika ia sedang bersujud. Maka, perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR Muslim,no 482).
 
g. Ketika sebelum salam pada shalat wajib
Rasulullah Saw. bersabda, “Ada yang bertanya: ‘Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah?’ Beliau bersabda, ‘Di akhir malam dan di akhir shalat wajib’ (HR Al-Tirmidzi). Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Zâd al-Ma’âd (1/305)
menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam. Dan tidak terdapat riwayat bahwa Nabi Saw. dan para sahabat merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib. Syaikh Ibnu Utsaimin berkata, “Apakah berdoa setelah shalat itu disyariatkan atau tidak?” “Tidak disyariatkan,” jawabnya. Karena Allah Swt. berfirman, “Jika engkau selesai shalat, berzikirlah” (QS Al- Nisa [4]: 103). Allah berfirman ‘berzikirlah’, bukan ‘berdoalah’. Maka, setelah shalat bukanlah waktu untuk berdoa, melainkan sebelum salam” (Fatâwâ Ibnu Utsaimin, 15/216).
h. Di hari jumat
“Rasulullah Saw. menyebutkan tentang hari jumat kemudian beliau bersabda, ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang Muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah. ra)

Ibnu Hajar Al-Asqalani, dalam Fath al-Bâri, ketika menjelaskan hadis ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun, secara umum terdapat empat pendapat yang kuat.
Pertama, waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat jumat, berdasarkan hadis: “Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat jumat selesai” (HR. Muslim, 853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu).

Kedua, setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadis: “Dalam 12 jam hari jumat ada satu waktu, jika seorang Muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza wa Jalla pasti akan dikabulkan.Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR. Abu Daud, no.1048 dari sahabat Jabir bin Abdillah.ra Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud)

Ketiga, setelah ashar, namun di akhir-akhir hari jumat. Pendapat ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah.
Keempat, yang dikuatkan oleh Ibnu Hajar sendiri, yaitu menggabungkan semua pendapat yang ada. Ibnu ‘Abd Al-Barr berkata,“Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan.” Dengan demikian, seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari jumat tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Abd Al-Barr .
i. Ketika turun hujan
Hujan adalah nikmat Allah Swt. Oleh karena itu, kita tidak boleh mencelanya. Sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak lain adalah Allah Swt. Daripada tenggelam dalam rasa jengkel, lebih baik kita memanfaatkan waktu hujan untuk berdoa, memohon apa yang diinginkan kepada Allah: “Doa tidak tertolak pada dua waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)

j. Hari rabu antara zhuhur dan ashar
Dikabulkannya doa di antara shalat zhuhur dan ashar di hari rabu ini belum diketahui oleh kebanyakan kaum Muslimin. Hal ini diceritakan oleh Jabir bin Abdillah r.a.: “Nabi Saw. berdoa di Masjid Al-Fath tiga kali, yaitu hari senin, selasa, dan rabu. Pada hari rabulah doanya dikabulkan, yaitu di antara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa, dan saya mendapati dikabulkannya doa saya.”
Dalam riwayat lain, “Pada hari rabulah doanya dikabulkan, yaitu di antara shalat zhuhur dan ashar” (HR. Ahmad, no. 14603, Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid, 4/15, berkata: “Semua perawinya tsiqah”, juga dishahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185)

k. Ketika hari arafah
Hari Arafah adalah hari ketika para jamaah haji melakukan wukuf di Arafah, yaitu 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa, baik bagi jamaah haji maupun bagi seluruh kaum Muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab, Rasulullah Saw. bersabda, “Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah”(HR. At Tirmidzi, 3585. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)
 
l. Ketika perang berkecamuk
Salah satu keutamaan pergi ke medan perang dalam rangka berjihad di jalan Allah adalah doa dari orang yang berperang di jalan Allah. Ketika perang sedang berkecamuk, doa orang yang berperang di jalan Allah dikabulkan oleh Allah Swt. Dalilnya adalah hadis yang sudah disebutkan di atas, “Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)

m. Ketika meminum air zam-zam
Rasulullah Saw. bersabda, “Khasiat air zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah, 2/1018. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah, 2502)

n. Ketika kondisi hati lagi tenang
Selain waktu-waktu tertentu seperti disebutkan di atas, sebenarnya kapan pun kita berdoa bisa dikabulkan oleh Allah. Yang sering kami lakukan dalam pelatihan adalah ketika hati kita benar-benar tenang, yakin, dan pasrah hanya ada Allah dalam hati dan pikiran kita. Saat-saat itulah doa kita dikabulkan oleh Allah Swt.
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentangAku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila iamemohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS Al-Baqarah [2]: 186)
Demikian Pembahasan  mengenai waktu-waktu yang paling dianjurkan untuk berdoa dan mustajab. Mudah-mudahan kita mampu memanfaatkan waktu-waktu yang mustajab ini untuk berdoa dan Taqorrub Ilaullah ((Mendekatkan diri kepada Allah’. Semoga  Allah SWT senantiasa  mengabulkan doa-doa hambanya dan  meredhoi setiap aktivitas kita. Amiin Ya Mujiib. (Misly)


DAFTAR PUSTAKA
Al-Quran Cordoba, Cordoba International Indonesia.
Al-Quran dan Terjemahannya. 1994. CV Wicaksana, Semarang.

Agustian, Ary Ginanjar. 2001. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ Berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam. Jakarta: Arga.
 Doa-doa yang terjawab , Misliyani,M.Pd.I, Alpiyanto,Ar-Ruzz Media Yogyakarta Th; 2013
Wijanarko, Jarot. 2006. Anak Cerdas Ceria Berakhlak: Multiple Inteligence. Serpong: Happy Holy Kids.
Ringkasan Hadist Shahih  al-Bukhari,  disusun oleh Imam Az-Zabidi, Jakarta.  PT Pustaka Amani
Ringkasan Shahih Muslim disusun oleh Imam Al-Mundziri, Jakarta PT Pustkaka Amani