JANGAN TAKUT UNTUK MENGAMBIL SATU LANGKAH BESAR BILA MEMANG ITU DIPERLUKAN. ANDA TAK AKAN BISA MELOMPATI JURANG DENGAN DUA LOMPATAN KECIL

Sabtu, 13 September 2014

ARTIKEL WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJAB UNTUK BERDOA


ARTIKEL



WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJAB UNTUK BERDOA
Oleh : Misliyani.S.Ag.,M.Pd.I
Guru MTs Negeri Muara Enim

Bismillahirrohmanirrohiim.  Manusia sebagai mahluk paling mulia yang diciptakan Allah  terkadang bersifat  lemah dan tak berdaya keberadaan dirinya sebagai kholifah pemimpin bagi dirinya sendiri tentunnya sangat memerlukan keberadaan Allah yang menciptakkannya.

 “Ketika manusia dekat dengan  Allah sejengkal maka Allah akan dekat dengan manusia  sehasta, jika manusia dekat dengan Allah sehasta  maka Allah akan dekat dengan manusia sedepah, jika manusia dekat dengan Allah dengan cara berjalan maka Allah akan dekat dengan manusia   dengan cara berlari. Subhanallah ternyata  semakin manusia itu dekat  dengan Allah, maka  Allahpun akan semakin dekat dengan manusia.
Dalam hidup ini Selalu libatkan Allah dalam tiap kesempatan agar kita selamat dunia akherat. Dengan berdoa dan meminta kepada Allah tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya, semakin doa itu diulang-ulang kemungkinan dikabulkan doa tersebut semakin besar.
Firman  Allah

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)
Ayat ini juga memiliki akna  bahwa Allah Maha Pemurah terhadap hamba-Nya, karena hamba-Nya diperintahkan berdoa secara langsung kepada Allah tanpa melalui perantara /wasilah dan dijamin akan dikabulkan. Sungguh Engkau Maha Pemurah dan maha mengabulkan. 
Ada waktu-waktu tertentu yang dijanjikan oleh Allah akan dikabulkan jika kita berdoa pada waktu-waktu tersebut. Di antara waktu-waktu adalah:
Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir
ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya:
وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون  (Hum yastaghfiruuna wabil ashaari)
Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat: 18)
Sepertiga malam yang paling akhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Allah Swt. turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa ketika itu. Rasulullah Saw. Bersabda, “Rabb kita turun ke langit dunia pada
sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman, ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Kukabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni’.” (HR Bukhari.  No.1145, Muslim no. 758)

b. Ketika berbuka puasa
Waktu berbuka puasa pun merupakan waktu yang penuh keberkahan, karena di waktu ini manusia merasakan salah satu kebahagiaan ibadah puasa, yaitu diperbolehkannya makan dan minum setelah seharian menahannya, sebagaimana disebutkan dalam hadis:
“Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR Muslim : 1151). Keberkahan lain di waktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa, sebagaimana sabda Rasulullah Saw.:
“Ada tiga doa yang tidak tertolak, yaitu doa orang yang berpuasa ketika berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi” 
(HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

c. Ketika Lailatul qadar
Lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al-Quran. Malam ini lebih utama dari 1000 bulan. Sebagaimana firman Allah Swt., “Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS Al-Qadr [97]: 3). Pada malam ini, kita dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk
memperbanyak doa. Sebagaimana diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah r.a.: “Aku bertanya kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah,menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar?’ Beliau bersabda, “Berdoalah Allâhumma innaka‘afuwwun, tuhibbul ‘afwâ fa’fu ‘annî (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku’)” (HR. Tirmidzi, 3513, Ibnu Majah, 3119, At Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih”)

Pada hadis ini Aisyah meminta diajarkan ucapan yang sebaiknya diamalkan ketika malam Lailatul Qadar. Namun, ternyata Rasulullah Saw. mengajarkan lafal doa. Ini menunjukkan bahwa pada malam Lailatul Qadar dianjurkan memperbanyak doa, terutama dengan lafal yang diajarkan tersebut.

d. Ketika adzan berkumandang
Selain dianjurkan untuk menjawab adzan dengan lafal yang sama, saat adzan dikumandangkan pun termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah Saw. bersabda, “Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu, ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang ” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)

Di antara adzan dan iqamah
Waktu jeda antara adzan dan iqamah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah Saw., “Doa diantara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)
f. Ketika sedang sujud dalam shalat
Rasulullah Saw. bersabda, “Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabbnya ketika ia sedang bersujud. Maka, perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR Muslim,no 482).
 
g. Ketika sebelum salam pada shalat wajib
Rasulullah Saw. bersabda, “Ada yang bertanya: ‘Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah?’ Beliau bersabda, ‘Di akhir malam dan di akhir shalat wajib’ (HR Al-Tirmidzi). Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Zâd al-Ma’âd (1/305)
menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam. Dan tidak terdapat riwayat bahwa Nabi Saw. dan para sahabat merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib. Syaikh Ibnu Utsaimin berkata, “Apakah berdoa setelah shalat itu disyariatkan atau tidak?” “Tidak disyariatkan,” jawabnya. Karena Allah Swt. berfirman, “Jika engkau selesai shalat, berzikirlah” (QS Al- Nisa [4]: 103). Allah berfirman ‘berzikirlah’, bukan ‘berdoalah’. Maka, setelah shalat bukanlah waktu untuk berdoa, melainkan sebelum salam” (Fatâwâ Ibnu Utsaimin, 15/216).
h. Di hari jumat
“Rasulullah Saw. menyebutkan tentang hari jumat kemudian beliau bersabda, ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang Muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah. ra)

Ibnu Hajar Al-Asqalani, dalam Fath al-Bâri, ketika menjelaskan hadis ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun, secara umum terdapat empat pendapat yang kuat.
Pertama, waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat jumat, berdasarkan hadis: “Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat jumat selesai” (HR. Muslim, 853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu).

Kedua, setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadis: “Dalam 12 jam hari jumat ada satu waktu, jika seorang Muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza wa Jalla pasti akan dikabulkan.Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR. Abu Daud, no.1048 dari sahabat Jabir bin Abdillah.ra Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud)

Ketiga, setelah ashar, namun di akhir-akhir hari jumat. Pendapat ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah.
Keempat, yang dikuatkan oleh Ibnu Hajar sendiri, yaitu menggabungkan semua pendapat yang ada. Ibnu ‘Abd Al-Barr berkata,“Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan.” Dengan demikian, seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari jumat tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Abd Al-Barr .
i. Ketika turun hujan
Hujan adalah nikmat Allah Swt. Oleh karena itu, kita tidak boleh mencelanya. Sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak lain adalah Allah Swt. Daripada tenggelam dalam rasa jengkel, lebih baik kita memanfaatkan waktu hujan untuk berdoa, memohon apa yang diinginkan kepada Allah: “Doa tidak tertolak pada dua waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)

j. Hari rabu antara zhuhur dan ashar
Dikabulkannya doa di antara shalat zhuhur dan ashar di hari rabu ini belum diketahui oleh kebanyakan kaum Muslimin. Hal ini diceritakan oleh Jabir bin Abdillah r.a.: “Nabi Saw. berdoa di Masjid Al-Fath tiga kali, yaitu hari senin, selasa, dan rabu. Pada hari rabulah doanya dikabulkan, yaitu di antara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa, dan saya mendapati dikabulkannya doa saya.”
Dalam riwayat lain, “Pada hari rabulah doanya dikabulkan, yaitu di antara shalat zhuhur dan ashar” (HR. Ahmad, no. 14603, Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid, 4/15, berkata: “Semua perawinya tsiqah”, juga dishahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185)

k. Ketika hari arafah
Hari Arafah adalah hari ketika para jamaah haji melakukan wukuf di Arafah, yaitu 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa, baik bagi jamaah haji maupun bagi seluruh kaum Muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab, Rasulullah Saw. bersabda, “Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah”(HR. At Tirmidzi, 3585. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)
 
l. Ketika perang berkecamuk
Salah satu keutamaan pergi ke medan perang dalam rangka berjihad di jalan Allah adalah doa dari orang yang berperang di jalan Allah. Ketika perang sedang berkecamuk, doa orang yang berperang di jalan Allah dikabulkan oleh Allah Swt. Dalilnya adalah hadis yang sudah disebutkan di atas, “Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)

m. Ketika meminum air zam-zam
Rasulullah Saw. bersabda, “Khasiat air zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah, 2/1018. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah, 2502)

n. Ketika kondisi hati lagi tenang
Selain waktu-waktu tertentu seperti disebutkan di atas, sebenarnya kapan pun kita berdoa bisa dikabulkan oleh Allah. Yang sering kami lakukan dalam pelatihan adalah ketika hati kita benar-benar tenang, yakin, dan pasrah hanya ada Allah dalam hati dan pikiran kita. Saat-saat itulah doa kita dikabulkan oleh Allah Swt.
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentangAku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila iamemohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS Al-Baqarah [2]: 186)
Demikian Pembahasan  mengenai waktu-waktu yang paling dianjurkan untuk berdoa dan mustajab. Mudah-mudahan kita mampu memanfaatkan waktu-waktu yang mustajab ini untuk berdoa dan Taqorrub Ilaullah ((Mendekatkan diri kepada Allah’. Semoga  Allah SWT senantiasa  mengabulkan doa-doa hambanya dan  meredhoi setiap aktivitas kita. Amiin Ya Mujiib. (Misly)


DAFTAR PUSTAKA
Al-Quran Cordoba, Cordoba International Indonesia.
Al-Quran dan Terjemahannya. 1994. CV Wicaksana, Semarang.

Agustian, Ary Ginanjar. 2001. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ Berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam. Jakarta: Arga.
 Doa-doa yang terjawab , Misliyani,M.Pd.I, Alpiyanto,Ar-Ruzz Media Yogyakarta Th; 2013
Wijanarko, Jarot. 2006. Anak Cerdas Ceria Berakhlak: Multiple Inteligence. Serpong: Happy Holy Kids.
Ringkasan Hadist Shahih  al-Bukhari,  disusun oleh Imam Az-Zabidi, Jakarta.  PT Pustaka Amani
Ringkasan Shahih Muslim disusun oleh Imam Al-Mundziri, Jakarta PT Pustkaka Amani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar