JANGAN TAKUT UNTUK MENGAMBIL SATU LANGKAH BESAR BILA MEMANG ITU DIPERLUKAN. ANDA TAK AKAN BISA MELOMPATI JURANG DENGAN DUA LOMPATAN KECIL

Jumat, 19 September 2014

ARTIKEL IBADAH

TAYAMMUM PENGGANTI WUDHU’ DAN MANDI WAJIB

Oleh : MISLIYANI. S.Ag., M.Pd.I
Guru MTs Negeri Muara Enim
Agama Islam begitu indah dan penuh dengan keberkahan dan kemudahan- kemudahan yang diberikan Allah. Allah maha mengetahui dan menginginkan kemudahan untuk tidak menghalangi mahluknya untuk lalai dan tidak taat beribadah, ada kerhoksoan (Kemudahan). Bila manusia berhalangan kena air maka Allah sudah berikan solusi terbaiknya dengan bertayammum.

TAYAMUM

Definisi Tayamum
Tayamum secara bahasa bermakna “ALQOSDU” (Bermaksud) sebagaimana firman Allah Janganlah kalian bermaksud (memilih) yang jelek lalu kalian nafkahkan dari padanya…. (QS: Al-Baqoroh(2):267).
Adapun secara Istilah Tayamum bermakna : Mengusap wajah dan kedua telapak tangan dengan tanah (permukaan bumi) dengan tata cara tertentu (Taudhihul Ahkan:1/409). Atau Tayammum: Bersuci dengan menggunakann debu, sebagai pengganti wudhu’ atau mandi janabat (QS: Al-Maidah:6).
Apakah Tayamum boleh digunakan untuk membersihkan Hadast Besar
Ya Boleh. Tayammum ialah disamping untuk pengganti wudlu untuk menghilangkan hadats kecil juga bisa digunakan untuk pengganti menghilangkan hadats besar sehabis (Haid/janabah) . Apabila seorang tidak menjumpai air atau tidak mampu menggunakannya. Hal ini berdasarkan Hadist Nabi tentang hadast kecil dan hadat besar (junub) kemudian Allah berfirman dalam Al-Qur’an yang berbunyi:
: “FALAM TAJIDUU MAA FATAYAMMAMUU”
Kemudian kalian tidak menjumpai air, maka bertayammumlah….( QS: Al- Maidah ayat: 6)
Dan ini berdasarkan beberapa hadist diatas Rasul memerintahkan bertayammum kepada laki-laki yang junub dan tidak menjumpai air. Laki-laki itu berguling-guling diatas tanah kemudian Nabi mengajarkan tata cara bertayammum yang benar.
Demikian pula wanita haid dan nifas ketika suci dari haid atau nifasnya dia tidak menjumpai air untuk bersuci tetapi tidak mampu menggunakkan air maka diperbolehkan ia bertayammum.
.


Keistimewaan Tayammum:
Tayammum merupakan kekhususan umat Islam, yang mana Allah tidak memberikan kekhususan ini tayamum kepada umat yang lainnya. Sebagaimana Sabda Rasul : “Saya diberi 5 (perkara) yang tidak diberikan kepada seorang Nabi sebelum saya: … dan dijadikan buat saya bumi sebagai masjid (tempat sholat) dan alat uuntuk bersuci) (HR: Al-Bukhhori:335 & Muslim 521). Maka ini merupakan keutamaan tersendiri bagi umat Islam yangmana Allah memberikan kekhususan dan kemudahan yang tidak diberikan kepada selain mereka/umat Muhammad.
Adapun dalil pensyariatan tayammum didalam al-Qur`an, firman Allah ta’ala,
وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ
“Dan jikalau kalian dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan atau seseorang diantara kalian baru saja buang hajat atau menggauli wanita, kemudian kalian tidak mendapatkan air, maka kalian lakukanlah tayammum dengan tanah yang baik. Usaplah wajah kalian dan tangan kalian dari tanah tersebut. Tidaklah Allah menghendaki untuk menjadikan beban bagi kalian, melainkan Allah berkeinginan untuk membersihkan kalian dan menyempurnakan nikmat-Nya bagi kalian, agar kalian bersyukur.” (QS. Al Maidah [5] : 6).
  1. Dalil - dalil yang memperkuat masalah Tayamum ini terdapat dalam Al_qur’an dan Hadist :
  1. FALAM TAJIDUU FATAYAMMAMUU SO’IIDANN TOYYIBAAH”… Artinya : Kemudian kalian tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih)…(QQS; AlMaidah (5) ayat: 6)
  2. WAJUILAT TURBATUHA LANAA TOHUURAAH, IZAA LAM NAJIDIL MAA A.
Dan dijadikan tanahnya buat kami alat bersuci apabila kami tidak menjumpai air” (HR: Muslim:522)
  1. Ulama telah bersepakat memperbolehkan bertayammum bagi orang yang tidak mampu bersuci dengan menggunakan air.
Subhanallah Islam itu begitu indah dan memberikan banyaqk Rukhshoh (Kemudahan) karena sesungguhnya Allah sama sekali tidak ingin memberatkan hamba-Nya. Dan itulah diantara hikmah tayyamum, disaat kita tidak menemukan air untuk bersuci atau karena kedaan yang tidak memungkinkan untuk bersentuhan dengan air.
Tayamum adalah untuk menyucikan diri kita dan agar kita bersyukur dengan syari’at ini. Sehingga semakin nampak kepada kita bahwa Setelah menyebutkan syariat bersuci, Allah mengakhiri ayat tersebut dengan firman-Nya:
 “Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak menyucikan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur,” (QS. Al Maidah: 6).

Bahan Untuk Bertayammum:

Debu tanah yang bersih

  • Tanah dalam berbagai warna seperti warnah merah atau hitam. Sekiranya bercampur pasir mesti mengandungi kandungan debu.
  • Tidak dikategorikan sebagai abu.
  • Suci dan tidak bernajis.
  • Tidak musta’mal.
  • Tidak bercampur tepung atau kapur atau pasir yang tidak berdebu.
Syarat-syarat tayammum
  • Tidak ada air dan sudah berusaha mencarinya, tetapi tidak bertemu
  • berhalangan menggunakan air, seperti sedang sakit, apabila terkena air penyakitnya akan bertambah parah
  • Telah masuk waktu Shalat
  • Dengan tanah atau debu yang suci
Fardu Tayammum
  • Niat dalam hati (untuk bersuci/bertayammum/ shalat) Lafadz niat Tayammum adalah Kemudian meletakan kedua belah telapak tangan diatas debu untuk diusapkan ke muka.
  • Mengusap muka dengan telapak tangan dengan se kali usapan
  • Mengusap dua belah tangan hingga siku-siku dengan tanah atau debu dua kali
Sunah Tayammum
  • Membaca basmalah (Bismillaahirrahmaanirrahiim)
  • Mendahulukan anggota yang kanan dari pada yang kiri
  • Menipiskan debu yang berada ditelapak tangan sebelum di usapkan dengan cara meniup sedikit.
Hal-hal yang membolehkan Tayamum ((OS: Al-Maidah: 6)
(a). Karena sakit
(b). Karena berpergian
(c). Karena tidak mendapatkan air
Tata cara Bertayammum
Untuk mengetahui tata cara bertayamum kita biasa memperhatikan hadis dibawah ini:
Dari Ammar bin Yasir dia berkata” Saya pernah junub dan tidak menjumpai air, kemudian saya berguling-guling diatas tanah kemudian sholat. Lalu saya menceritakan hal ini kepada Rasulullah, lalu beliau bersabda, sesungguhnya cukup bagimu demikian. Beliau menepukkan kedua telapak tangannya ke tanah, lalu meniup keduanya, kemudian mengusapkan keduanya kewajah dan kedua telapak tangannya (HR:Al-Bukhari : 338 & Muslim : 368)


Tata Cara Bertanyammum baik untuk penganti wudhu atau penganti mandi wajib sama pelaksanaannya. Sesuai dengan Hadis Rasul sebagai berikut :
  1. Niat yang ikhlas karena Allah dalam hati (tidak dilafadzkan)
  2. Menepukkan debu yang suci dengan kedua telapak tangan ke permukaan bumi dengan sekali tepukan atau usapan
  3. Meniup kedua telapak tangan. (Hukumnya tidak wajib, sekedar boleh karena tujuannya untuk mengurangi debu yang menempel ditangan
  4. Mengusap muka dengan kedua tapak tangan
  5. Mengusap punggung tangan kanan dengan tangan kiri kemudian panggung tangan kiri dengan tangan kanan. Yang diusap adalah punggung telapak tangan sebagaimana dijelaskan dalam riwayat yang lain. (Shohih Al-Bukhori: 347).
Catatan :
  • Hadis yang dijelaskan bahwa tayammum dilakukan dengan 2 kali menepukkan atau mengusapkan tangan ke tanah, masing-masing untuk wajah dan kedua tangan, diusapkan sampaik siku-siku hadistnya dho’if (lemah), tidak bisa dijadikan hujjah dengan demikian, tayammum yang benar adalah sebagaimana dijelaskan diatas hanya sekali menepuk atau mengusap ketanah digunakan untuk wajah dan kedua telapak tangan dan menggusapkannya tidak sampai siku-siku, cukup telapak tangan/punggung tangan saja. Diperbolehkan bertayammum mengunakan debu yang ada didinding atau tempat lainnya kaca, kursi, karpet yang penting ada debunya dan suci. (Majmu’ Fatawa Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin:11/240)
*Sedangkan untuk bacaan ( lafadz yang sering dibaca / digunakan orang2 pada umumnya pada waktu akan bertayamum namun tidak ada dalil yang mengharuskan untuk membaca lafadz ini karena niat adalah kerja hati jadi tidak perlu dilafadzkan dengan zahar/keras lafadz dibawah ini “Nawaitut-“Tayammuma li istibaahatish-shaalati fardhal ta'aalaah”  
*Tak ada bacaan apapun sebelum dan sesudah tayammum.
Demikianlah bahasan masalah Tayammum semoga ada manfaatnya, amiin, Barokallah, Afwan,(Misly)



DAFTAR PUSTAKA
Al-Quran Cordoba, Cordoba International Indonesia.
Al-Quran dan Terjemahannya. 1994. CV Wicaksana, Semarang.

  Wijanarko, Jarot. 2006. Anak Cerdas Ceria Berakhlak: Multiple Inteligence. Serpong: Happy Holy Kids.
Ringkasan Hadist Shahih  al-Bukhari,  disusun oleh Imam Az-Zabidi, Jakarta.  PT Pustaka Amani
Imam Al-Mundziri, Ringkasan Shahih Muslim disusun olehJakarta PT Pustkaka Amani
Syaikh Hasan Ayyub, Fiqih Ibadah, Jakarta; Pustaka Al-Kautsar
Ansoriori Umar, Fiqih Wanita, Semarang, CV Asy Syifa.
                                                   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar