JANGAN TAKUT UNTUK MENGAMBIL SATU LANGKAH BESAR BILA MEMANG ITU DIPERLUKAN. ANDA TAK AKAN BISA MELOMPATI JURANG DENGAN DUA LOMPATAN KECIL

Jumat, 12 September 2014

KEMENAG MUARA ENIM LAKSANAKAN SOSIALISASI KURIKULUM





Muara Enim – Enim Express

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muara Enim bekerja sama melalui PT Penerbit Erlangga dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) melaksanakan Sosialisasi Implementasi Kurikulum 2013 Tingkat MI/MTs dan MA Tahun 2014. Bertempat di Madrasah Tsanawiyah Negeri Muara Enim. Acara dilaksanakan dari pukul 09.00 s.d. 15.00 WIB. Sabtu (13/09)

Waka humas sarana prasarana MTs Negeri Muara Enim Misliyani,S.Ag.,M.Pd.I menginformasikan bahwa Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala Madrasah baik negeri maupun swasta tingkat MI berjumlah 40 orang , MTs berjumlah 32 orang sedangkan MA berjumlah 15 orang. Se- Kabupaten Muara Enim berjumlah 87 orang dan perwakilan guru dan waka kurikulum sekolah masing-masing.

Acara dibuka langsung oleh Kasi Pendidikan Madrasah Drs.Azhari Rahardi.,M.S.I, di dampingi oleh Widya Suara dari LPMP Palembang Sum-sel dan PT Erlangga. Tajudin.,M.Pd. Drs. Muchlisinn.,M.Pd.I, Ali Bakri.

Dalam sambutnnya Azhari mengatakan bahwa “Kementerian agama memberikan respon positif dengan dilaksanakannya kegiatan kurikulum 2013 ini. Karena kurikulum adalah kebutuhan primer pendidikan khususnya madrasah”, Jelas Azhari.

Diharapkan kegiatan ini akan meningkatkan kualitas guru dan madrasah dan mampu mensosialisasikan dalam proses pembelajaran di Madrasah, ” Ungkapnya

Acara dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh Tajudin.M.Pd.I. “ Kurikulum adalah Pedoman bagi guru di dunia pendidikan. Menyusun RPP harus dari Silabus bukan dari buku guru, Pedoman mata pelajaran untuk setiap untuk setiap mata pelajaran dikembangkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya” Jelasnya.

Ditambahkan oleh Tajudin tentang materi Tehnik penilaian. Menurutnya “Aspek penilaian meliputi penilaian sikap, pengetahuan dan skill/psikomotor. Penilaian pengetahuan dinilai dengan 4 cara yaitu dengan menggunakan tehnik observasi, penilaian diri sendiri, antar peserta didik, jurnal. Instrumen pengetahuan tes dan penugas, PR, untuk ketrampilan praktek dan fortopolio.

Penilaian pengetahuan dinilai saat siswa dalam proses belajar di kelas, penilaian ketrampilan saat belajar ataupun selesai proses belajar mengajar. penilaian itu sebaiknya dilakukan pada saat proses belajar yang disebut penilaian ontektik penilaian yang diambil sebelum belajar atau pada saat PBM dan setelah proses belajar.

Acara berjalan lancar seluruh peserta mengikuti dengan serius dan sungguh-sungguh materi yang disampaikan pemateri. (Misly)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar