JANGAN TAKUT UNTUK MENGAMBIL SATU LANGKAH BESAR BILA MEMANG ITU DIPERLUKAN. ANDA TAK AKAN BISA MELOMPATI JURANG DENGAN DUA LOMPATAN KECIL

Senin, 22 September 2014

PERGAULAN REMAJA & SOLUSINYA
 
OLEH : MISLIYANI, S.Ag.,M.Pd.I
GURU MTs Negeri Muara Enim
 

Seiring kemajuan dunia yang begitu pesat perkembangan ilmu dan teknologi yang canggih membawa arus informasi, komunikasi sehingga membuka peluang manusia untuk berinteraksi. Hal ini membuka peluang yang positif sekaligus juga negatif terhadap pribadi-pribadi secara individual.Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan pertama dan utama didalam keluarga adalah pendidikan informal (keluarga), disamping pendidikan formal maupun non formal. Dalam hal ini peran orang tua sangat mempengaruhi, karena orang tua azas utama didalam mendidik anaknya. Menanamkan nilai-nilai agama menyatu dalam kepribadian remaja.
Masalah yang pokok dewasa ini semakin buruk nilai-nilai agamanya dimata generasi muda. Remaja dihadapkan pada kontradiksi dan aneka ragam pengalaman moral yang menyebabkan remaja merasa bingung untuk memilih mana yang baik untuk mereka. Pengaruh keluarga, lingkungan, sosial budaya, ekonomi, arus informasi dan teknologi mendominasi diri remaja. Hal ini akan menjerumuskan remaja apabila remaja tersebut tidak memiliki pondasi agama yang kuat terapi sebaliknya bila pondasi agamanya baik remaja akan mampu mengatasi masalah-masalah yang dihadapi. Untuk menghin hal itu maka, peran agama, orang tua, kegiatan-kegiatan positif sekaligus wadah untuk mengarahkan remaja, sehingga remaja mampu menjadi generasi harapan bangsa.
Hadist Tentang Remaja

سبعة يظلهم الله تعالى في ظله يوم لا ظل الا ظله امام عادل وشا ب نشا فى طاعة الله ورجل قبه معلق بالمسا جدور جلان تحابا فى الله احتمعاعليه وتفر قا عليه ورجل دعته امر اة زاتمنصبو جمال اني اخما ورجل تصد ق بصد قة فا خفاها حتى لا تعلم شما له ما تنفق ينفقو يمينه ورجل زكر الله خا ليا فخ ضت عيناه
Ada 7 kelompok yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya yaitu pemimpin yang adil, remaja yang senantiasa beribadah kepada Allah, dua orang yang saling mencintai karena Allah dimana ia berkumpul dan berpisah hanya kerena Allah, seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang perempuan kaya, cantil dan berpangkat ia mengatakan : sungguh aku takut kepada Allah, seorang laki-laki yang bersedekah kemudian merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kananya dan seorang laki-laki yang berzikir kepada Allah ditempat yang sepi kemudian kedua mantaza basah dengan air mata”. (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim).


المرءعلى دين خليله فلينظراحدكم من يخا لل

Orang itu terhitung pada agama temannya, maka hendaknya kamu sekalian melihat siapa yang dipergaulinya. (H.R. Turmudzi). (Akrom Ridho, 2000 : 1100)

  1. Pengertian Remaja
Masa remaja adalah masa yang memiliki arti dan gejala-gejala tersendiri yang berbeda dengan masa-masa lain dalam hidupnya. Masa ini adalah masa yang menghubungkan masa kanak-kanak dengan masa dewasa dan banyak menimbulkan gejolak jiwa, sebagi dampak dari perubahan-perubahan fisik, sosial dan emosional yang besar. Perubahan-perubahan tersebut membuat masa remaja menjadi masa remaja yang kompleks. Pengertian remaja adalah masa peralihan yang ditempuh oleh seseorang dari masa kanak-kanak menujudewasa yang dimulai pada usia 13-21 tahun. (Zakiah Darajat, 1970 : 69 – 72). Sedangkan pendapat lain mengatakan “Masa remaja adalah masa penghubung atau masa peralihan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa yakni antara 13 – 19 tahun...(Kartini Kartono, 1990 : 148)Mengenai batas usia remaja sampai saat ini kesepakatan para ahli belum ada. Hal ini disebabkan karena keadaan atau dengan kata lain tergantung pada keadaan masyarakat dimana remaja itu hidup dan tergantung pula dari mana remaja itu ditinjau. (Zakiah Daradjat, 1982 : 9)
Dari segi pandangan masyarakat ,misalnya, semakin maju suatu masyarakat semakin panjang usia remaja. Dari segi hukum yang dilatan remaja ahli dari usia 12 – 18 tahun. Begitu juga dari segi agama memperpanjang batas usia remaja (karena kemantapan beragama). Dicapai pada umur 24 tahun. (ibid)Dari uraian batas usia remaja yang beragam pendapat diatas maka penulis mengambil batasan remaja dari usia 13 – 21 yang hampir disepakati oleh para ahli.

  1. Ciri-ciri Remaja

Masa remaja adalah masa paling komplek, yang ditandai dengan ciri-ciri pubertas adanya kematangan seksual, pertumbuhan jasmani yang telah matang hal ini diungkapkan para ahli berpendapat.Pubertas merupakan priode terjadinya perubahan yang sangat cepat, perubahan dari bentuk tubuh kanak-kanak pada umumnya, kearah bentuk tubuh orang dewasa. Terjadilah perubahan sikap yang menonjol, terutama terhadap teman sebaya, lawan jenis terhadap permainan dan anggota keluarga.(Op.cit : 28)Pendapat lain mengatakan bahwa ciri yang dialami oleh remaja : Remaja mengalami masa transisi ini terjadi dari beberapa priode yang terkenal dengan priode seperti priode para-pubetet, post pubetet (adolensi), sifat-sifat permulaan dalam priode diatas munculnya keinginan yang menunjukkan sikap berani ingin diperhatikan orang. Hal ini menyembunyikan kegelisahan yang belum dikenal. (Winarno Sukrakhman, 1980 : 54 – 55) Ciri-ciri remaja ini juga diungkapkan secara rinci bahwa : Ciri-ciri utama dalam priode pubertas lebih menonjol dalam perbuatan suka menetang orang tua, prilaku yang tidak sopan, kurang hati-hati, mals bekerja, seka membicarakan orang lain dan sangat sensitif (Sudarsono, 1980 : 301)Dari beberapa pendapat para ahli di ayas, maka dapatlah kesimpulan bahwa remaja adalah umur yang penuh dengan gejolak jiwa dan komplik batin, yang disebabkan oleh adanya pertumbuhan anatomi serta perkembangan psikhis yang cepat, sehingga mendorong anak mulai memiliki keinginan untuk yang membaca apa yang disekitasnya. Sementara kemampuan riil yang dimiliki mereka belumlah dapat mengimbangi keinginan yang ada. Pada saat-saat tertentu kita dapat melihat ciri remaja yang menonjol, seperti emosi yang tinggi, walaupun hanya disebabkan oleh keinginan yang tidak terpenuhi. Selain itu tidak jarang kita lihat adanya sekelompok remaja yang tergabung dalam organisasi sosial yang ikut membantu bencana alam seperti Palang Merah (PMI), pramuka, olahraga, karang taruna, IRMAS, dan sebagainya. Hal semacam ini juga merupakan ciri perkembangan psihkis remaja. Secara lebih konkritZakiah Daradjat mengemukakan bahwa ciri masa remaja meliputi : pertumbuhan jasmani yang cepat, pertumbuhan jasmani yang cepat, pertumbuhan emosi, pertumbuhan mental, pertumbuhan pribadi, pertumbuhan sosial dan lain-lain. (Zakiah Daradjat, op.cit : 12)
  1. Pergaulan Remaja
Islam tidak melarang manusia untuk bergaul dan saling mengenal bahwa fitrah bagi manusia sebagi makhluk sosial, Firman Allah (Q.S. Al-Hujurat : 13), yang berbunyi :
يا يهاالناس اناخلقنكم من زكروانثى وجعلنكم شعوبا لتعارفواوقبائلج ان اكرمكم عندالله اتقكمج ان الله عليم خبير
Hai manusia, seseungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disis Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Konsep saling mengenal ini bisa dengan cara ( ta’aruf) tanpa melanggar syar’i.

Pergaulan Remaja Modern antara lain :
  1. Pacaran
Makna pacaran menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI.2002 : 807), Pacaran adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih. Berpacaran adalah bercintaan, berkasih kasihan. Memacairi adalah mengencani, menjadi dia sebagai pacar.
Kata pacaran sendiri berasal dari nama jenis tanaman hias yang cepat layu dan mudah disemaikan kembali. Tanaman ini tidak bernilai ekonomis (murahan) sehingga tidak diperjual belikan. Hal sebagai simbol bahwa pacaran adalah prilaku yang tidak bernilai. Dalam prakteknya bukan Cuma sekedar saling mengenal tetapi lebh jauh pergaulan bebas mengandung sahwat pemuasan nafsu birahi. Pada prakteknya pacaran pembenaran pada prilaku seksual dilarang agama. (Abu Al-Ghifari : 19)
Firman Allah Dlam (Q.S. Al-Israa : 32) yang berbunyi :

ولا تقربواالزنىصلى انه كانفحشة وسا ء سبيلا

Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk.

Sabda Rasulullah :
Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersembunyi sepi berduan dengan wanita yang tidak didampingi mukrimnya, sebab bila demikian setanlah yang menjadi pihak ketiganya”. (HR. Ahmad)

Setanpun bisa menjelma menjadi sang pacar menjerumuskan dengan tipu dayanya (Q.S. Al-A’raf : 17) yang berbunyi :
ثم لا تينهم منمبين ايديهم ومن خلفهم وعن ايمنهم وعن شمائلهم صلىولا تجد اكثرهم شىكرين
Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka, dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)

Jadi fitnah pergaulan bebas dapat muncul dari hasil pacaran hal ini disebabkan adanya kontak pandangan yang bermuata syahwa, kontak fisik, kemudian lebih jauh lagi zina, imbasnya adalah aborsi.
  1. Kurangnya kasih sayang/ kontrol dari orang tua
Hal ini berimbas kepada pergaulan remaja salah pih teman, narkoba .pergaulan bebas, Menurut survey yang dilakukan Dr.Biran Effandi dan Dr. Dalana masing-masing di Jakarta dan Solo tentang tempat yang digunakan remaja melakukan zina menunjukkan 80% dirumah, sekolah 2,8%, tanam, 4,9%, mobil 0,4% dan dihotel 11,2%. Data menunjukkan sudah kurang pedulinya orang tua terhadap perkembangan moral anaknya. (ibid : 37)
  1. Pengaruh budaya barat
Contohnya perayaan valentin’sday. Hari kasih sayang yang selalu diperingati setiap tanggal 14 pebruari. Acara ini dirayakan dengan pasangan dengan cara jalan-jalan, mesra-mesraan, laki-laki dan wanita berkumpul, lalu saling memilih pasangan lewat kado yang telah dikumpulkan dan diberi tanda sebelumnya, kadang kala mendekati zina bahkan melakukanya. Padahal budaya ini tidak seharusnya diikuti sesuai dengan Firman Allah, (Q.S. Al- Imron 185), (Al-Israa : 36) yang berbunyi :
وماالحيوة الدنياالا متع الغرور

Kehidupan dunia itu tidak lain hanya kesenangan yang memperdayakan

ولاتقف ماليس لك به علمجان السمع والبصروالفؤادكل اولئك كان عنه مسئولا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabanya.
Pada umumnya pada masa remaja banyak sekali problem-problem yang dihadapi remaja dan mereka belum dapat menjelaskan problem tersebut dengan tuntas, karena kita ketahui sendiri masa remaja adalah masa kegoncangan jiwa atau kebimbang. Menurut Margaret Mead : “(masa remaja (puber) merupakan masa pertumbuhan yang wajar, sela pertumbuhan ini berjalan alami, orang tidak mesti menampakkan krisis”. (Hidayatullah, 1994 : 73). Begitu juga menurut ajaran islam, masa pubertas tidak selalu rawan, ia hanya merupakan satu-satu fase yang harus dilihat secara alami oleh setiaporang, ia merupakan pengertian masa anak-anak menuju dewasa, “dimana Allah telah menetapkan pergantian ini dengan batasan baligh. (ibid : 75).
Remaja mempunyai urgensi yang sangat penting dan vital dalam pembangunan dan perkembangan kehidupan manusia yang akan datang. Baik buruknya masa yang akan datang tergantung pada remaja yang sekarang. Pada masa remaja adalah suatu remaja yang serat dengan perkembangan, baik perkembanan jasmani maupun perkembangan rohani, yang mana kedua hal tersebut belum mencapai kematangan. Sementara disisi lain masa remaja adalah masa remaja yang penuh vitalitas, berusaha mengembangkan dirinya dalam menyongsong usia dewasa.

  1. Faktor Penyebab Pergaulan Remaja yang Menyimpang

  1. Kurangnya kasih sayang dan perhatian orang tua.
  2. Kekosongan jiwa
  3. Kemajuan teknologi informasi. (media yang merusak, baik media cetak buku, Majalah, maupun media audio visual).
  4. Bergaul dan berinteraksi dengan kelompok yang menyimpang.
  5. Kesenjangan antara kelompok remaja dan kaum tua
  6. Anggapan yang salah terhadap Islam
  7. Bisnis aurat (Q.S : Al-A’raaf : 26), Q.S. An-Nur : 31), (Q.S Al- Ahzab : 59)
  8. Terjebak mistik dan praktek ibadah kefirun.
Dari penjelasan diatas pengaruh-pengaruh negatif membawa dampak yang besar terhadap dan diperhatikan sehingga tidak melakukan sesuatu yang dapat merusak kehidupan dimasa depannya.

  1. Peranan Agama dalam Kehidupan Remaja

Agama sebagai unsur asensial dalam kepribadian manusia dapat memberikan peranan yang positif dalam pembangunan individu dan masyarakat selama kebenaranya masih diyakini secara mutlak. (Jalaluddin, 1987 : 97)
Dapat disaksikan betapa besar perbedaan antara orang beriman yang hidup menjalankan agamanya, dengan orang yang tidak beragama untuk mereka yang acuh tak acuh kepada agamanya, diantara peranan agama dalam kehidupan manusia adalah “memberikan bimbingan hidup menolong dalam menghadapi kesukaran serta menentramkan batin”. (Zakiah Dardjat, 1990 : 56). Jadi agama mempunyai daya preventif terhadap gangguankejiwaan. Dalam firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ar-Rum ayat 30 berbunyi :
فا قم وجهك للدينحنيفاجفطرت الله التى فطرالناس عليهاجلاتبديل لخلق اللهحزالك الدين القيم ولكن اكثرالناس لا يعلمون
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu, tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (1168) fitrah Allah, maksudnya ciptaan Allah, manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. Kalau ada manusia tidak beragama teuhid, maka hal itu tidaklah wajar. Mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lungkungan.

Dari makna ayat diatas disimpulkan bahwa Allah memberikan keyakinan (agama) pada lubuk hati manusia. Hal ini diungkapkan oleh Murtadha Mutahari : Pada hakikatnya agama memiliki dua keistimewaan tersebut ia sendiri merupakan fitrah dan emosional manusia dan ia juga merupakan satu-satunya sarana untuk memenuhinya kebutuhan –kebutuhan fitrah manusia yang tak satupun dapat menggantikan kedudukannya, (Murtadha Mutahari, 1990 : 44)
Dari uraian diatas maka dapat diambil suatu pengertian bahwa agama merupakan pengendalian utama bagi manusia tujuan hidup tidak berarti apabila manusia dimuka bumi ini tidak beragama. Karena tanpa agama hidup terasa hampa. Sedangkan agama mampu mengisi arti hidup dan kehidupan manusia. Agama berfungsi sebagai alat kontrol dan benteng pertahanan yang kuat dalam mengarungi kehidupan terlebih pada masa kegoncangan dan kebimbangan yang sedang malenda remaja. Untuk itulah unsur-unsur pengalaman, pendidikan dan keyakinan yanng didapat sejak kecil akan mempengaruhi sikap keagamaan remaja dan seterusnya.
  1. Solusi Terbaik Untuk Remaja
  1. Didik anak (remaja) sedini mungkin tentang Islam, sesuai ajaran Islam
كل مولوديولدعلى الفطره فابواه يهودانه اوينصرانه اويمجسانه

Setiap anak yang dilahirkan dalam keadaan suci, sesungguhnya kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan ia Yahusi, atau menjadi ia Nasrani, atau menjadikan Majusi”. (Al Imam Jalaluddin Abdurrahman Bin Abi Bakri, 1981 : 286)

  1. Kontrol dan batasi pergaulan remaja
  2. Masukkan kesekolah-sekolah Islam MIN, MTs, MAN (Pondok Pesantren)
  3. Selektif terhadap budaya barat. Salah satu contoh trans yang tidak perlu diikuti adalah (acara valenti’s day), pesta pora, Amerika Serikat bercinta, pengkaderan Bintang Mordn, (akademik fantasi), free sex, trend narkoba.
  4. Tidak berpacaran
  5. Menikah
  6. Menjadi tauladan dalam rumah tangga
  7. Mengisi hari-hari dengan aktifitas yang fositif dan bermanfaat. (M. Ilham Maqzuq, 2005 : 84 – 95)
Jelaslah bahwa pembinaan agama harus mencakup segala aspek kehidupan, sehingga diharapkan nantinya isi jiwa keagamaan itu termanifestasi dan dalam bentuk dimensi amal saleh, akhlakul karimah dan cara hidup yang Islami. Untuk mencapai tujuan tersebut kerjasama yang baik dari semua fihak terutama orang tua pendidikan informal dan non formal sangat besar pengaruhnya.
Kesimpulan
Masa remaja adalah masa yang penuh dengan gejolak jiwa dimana pada masa ini remaja mengalami masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa remaja atau dewasa. Pendidikan pertama dan utama yang sangat mempengaruhi remaja adalah pendidikan dalam keluarga, dimana nilai-nilai agama sudah tertanam sehingga ketika mereka memasuki masa remaja mereka mampu beradaptasi dan sekaligus mampu membentengi diri dengan nilai-nilai agama yang sudah tertanam sejak dini.
Namun pada kenyataannya tidak sedikit remaja pada masa pubertas ini tidak mampu membentengi diri dari pengaruh luar yang mendominasi dirinya. Hal ini banyak faktor interen maupun eksteren. Faktor interen antara lain datang dari individu remaja itu sendiri, dimana ketidaksiapan remaja terhadap perubahan fisik maupun fisikis menimbulkan gejolak jiwa yang tak mampu mereka atasi. Sedangkan faktor eksternal diantaranya adalah pengaruh lingkungan, gaya hidup modern, pergaulan bebas, kemajuan ilmu dan teknologi yang disalah gunakan, pengaruh budaya barat, kurang ditanamkannya nilai-nilai agama sejak dini sehingga memacu terjadinya kenakalan remaja.
Untuk mengatasi komplik yang terjadi pada remaja kerjasam yang baik dari semua fihak terutama orang tua pendidikan informal, formal dan non formal sangat besar pengaruhnya.Barokallah, Ingat satu hal jangan rusak masa remaja dengan hal-hal negatif dan merugikan diri sendiri  karena hidup ini begitu singkat isi dengan hal-hal postif  Jadilah anak yang membanggakan dan generasi harapan keluarga, masyarakat bangsa dan negara, Ok.....! Tiada hari tanpa prestasi,  TERUS SEMANGAT....JALANMU MASIH PANJANG   RAIH CITA-CITA MU!!!
DAFTAR PUSTAKA

Al-Ghifari Abu, 2007. Pacaran yang Islami adakah, Bandung : Mujahid
, 2005, Muslimah yang kehilangan diri, Bandung : Mujahid
Daradjat, Zkiah. 1982. Pembinaan Remaja. Jakarta : Bulan Bintang.
Departemen Agama RI. 1978. Al Qur’an dan Terjemah, Yayasan Penterjemah Al Qur’an
, 1990. Peranan Agama Dalam Kesehatan Mental, Jakarta : CV. Haji Mas Agung

Jalaluddin, dan Ramayulis, 1987. Pengantar Ilmu Jiwa Agama. Jakarta : Kalam Mulia
Mutahari, dan Rahmad Jalaludin. 1990. Perspektif Al Qur’an Tentang Manusia Agama. Bandung : Al Mizan.

Mappiere Andi. 1990. Psikologi Remaja Perspeftif Al Qur’an Tentang Manusia dan Agama. Bandung : Al Mizan

Mar’at. 1981. Sikap Manusia Perubahan Serta Pengukuran, Jakarta : Agalia Indonesia
Maqzuq M. Ilham, 2005. Remaja Islam Berbaju Yahudi. Bandung : Mujahid
Poewadarmanto, 1988. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka
Slameto, 1988. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta : Bina Aksara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar