JANGAN TAKUT UNTUK MENGAMBIL SATU LANGKAH BESAR BILA MEMANG ITU DIPERLUKAN. ANDA TAK AKAN BISA MELOMPATI JURANG DENGAN DUA LOMPATAN KECIL

Rabu, 04 Maret 2015

BELADIRI TAPAK SUCI MTSN MUARAENIM LAKUKAN PENYEMATAN SABUK

Muara Enim, Inmas.
Siswa Perguruan Seni Beladiri Tapak Suci Cabang MTs Negeri Muara Enim mengadakan latihan gabungan. Pada kesempatan ini juga sebanyak 12 orang siswa Cabang SMA Muhammadiyah Tanjung Enim melaksanakan penyematan sabuk tingkat dasar.Bertempat dilapangan MTs Negeri Muara Enim hari Senin (2/3) kemarin diimulai dari pukul 15.00 s.d. 17.30 WIB penyematan sabuk ini diawali dengan latihan fisik jalan santai dari SMA Muhammadiyah Tanjung Enim finish di MTs Negeri. Muara Enim.

Meskipun suasana hujan rintik-rintik tidak menyurutkan semangat siswa Tapak Suci ini untuk sampai kepada tempat yang telah ditentukan. Hadir pada kesempatan ini Pendekar Tapak Suci Umi dan pelatih kader Tapak Suci Joni Harianto, Mario Ferlin S.Pd, Ari Sandi, Darmanto, Ari Novriansyah.

 Siswa yang disematkan sabuknya Sendi, Sepri, Rozi, Fajar, Yofi, Cica, Lulu, Adela, Fany, Yosi, Bela, Lasmi. Dalam laporannya Ari Sandi selaku ketua pelaksana sekaligus pelatih Tapak Suci Cabang SMA Tanjung Enim mengungkapkan bahwa penyematan sabuk ini bertujuan untuk melatih, mental, fisik loyalitas, keberanian, siswa sebagai pesilat dan sekaligus melihat kesungguhan siswa dalam mengikuti kegiatan beladiri Tapak Suci setelah mereka mendapatkan baju dan sabuk seragam mereka.

Ditempat yang sama pendekar Tapak Suci Sumatera Selatan, Umi memberikan apresiasi yang sangat positif terhadap kegiatan latihan bersama sekaligus acara penyematan tanda sabuk kuning untuk tingkat dasar ini.
“Semoga akan terjalin silaturahmi dan ukhkuwah Islamiyah serta dapat saling sharing serta belajar tehnik beladiri secara bersama,“harapnya.


Dalam sambutannya Umi mengatakan bahwa Perguruan Seni Beladiri Tapak Suci adalah aliran rasional (diterima dengan akal) bukan aliran magnitisme. Melalui latihan dengan sungguh-sungguh serta diiringi Dengan kekuatan Iman dan akhlaq sesorang bisa menjadi kuat baik jiwa, raga serta mentalnya.

Umi juga menjelaskan bahwa enam bulan atau satu tahun sekali setelah siswa dibekali dengan, pembinaan mental, latihan fisik, siraman rohani, tekhnik jurus beladiri Tapak Suci (serangan, pukulan, tendangan, tangkisan/hindaran ,bantingan, terkaman, jatuhan, sapuan,seni beladiri). Setelah siswa menguasai semuanya itu, maka siswa baru boleh mengikuti ujian kenaikan tingkat. Bagi siswa yang lulus akan diberikan sertifikat/piagam kelulusan dari PimpinanPusat Tapak Suci di Jogyakarta.

“Tetaplah latihan Beladiri dengan sungguh-sungguh, Ingat jangan ikut-ikutan, bertepuk ikut ramai, berbaris ikut panjang, kita harus punya prinsip hidup dan tujuan yang jelas. Belajar beladiri untuk membeladiri bukan untuk menyombongkan diri. Turutlah ilmu padi makin berisi makin menunduk, bantu orang-orang memerlukan pertolongan,“tegasnya.

Acara semakin meriah dan Khikmat dengan dilangsungkannya acara penyematan sabuk tingkat dasar yang dipimpin langsung oleh Umi dan didampingi oleh seluruh pelatih / kader Perguruan Seni Beladiri Tapak Suci dan dilanjutkan dengan ucapan selamat dari pendekar, pelatih, dan siswa TS MTs Negeri Muara Enim . (Misly)



1 komentar:

  1. Sukses sll untuk pelatih, kader dan siswa Tapak Suci Se- Kabupaten Muara Enim. Majukan Tapak Suci ditangan-tangan kalian, amiin

    BalasHapus